PAMERAN PFN JAGO! TANDAI KEMBALINYA PERUM PFN PADA TUGAS MENCERAHKAN, MENDIDIK DAN MENGHIBUR INDONESIA

PAMERAN PFN JAGO! TANDAI KEMBALINYA PERUM PFN PADA TUGAS MENCERAHKAN, MENDIDIK DAN MENGHIBUR INDONESIA

Jakarta, 15 Oktober 2019 –Dalam rangka hari jadinya yang ke-74 yang jatuh pada tanggal 06 Oktober 2019, Perusahaan Umum Produksi Film Negara mengadakan Pameran PFN JAGO! yang memamerkan Rencana Produksi Film PFN 2020 – 2023.

Pipeline Film PFN 2020 – 2023 terdiri dari 15 film layar lebar, 1 film televisi dan 1 serial televisi. Selain itu, dengan bantuan Kedutaan-kedutaan Besar Republik Indonesia, PFN tengah menjajaki peluang kerjasama dalam memproduksi film sejarah 500 tahun perjalanan Ferdinand de Magelhaens menempuh Jalur Rempah, 70 tahun hubungan Indonesia – Rusia, 70 tahun hubungan Indonesia – Korea.

Genre yang akan diproduksi terdiri dari film epik/sejarah (1945, Hoegeng, Kairo – Tiga Sahabat Menggali Dunia, dan Saimar), film petualangan-anak (Si Unyil The Movie, Lima Menerjang Badai, Sang Timur Jauh), dan film drama (Akad, Layar Terkembang, Sabai Nan Aluih). Merupakan kerjasama dengan, antara lain PT Balai Pustaka, PT Indonesian Tourism Development Corporation, PT Ideosource, Dante Sinema.

Pada 2018 lalu, Perum PFN bangkit kembali setelah tidak berproduksi selama lebih dari 26 tahun dan menghasilkan film Kuambil Lagi Hatiku, dengan sutradara Azhar Kinoi Lubis, produser Salman Aristo, dan dibintangi antara lain Dimas Aditya, Lala Karmela, Sahil Shah, Dian Sidik, dan Ence Bagus.

Melanjutkan kebangkitan tersebut, Pipeline 2020-2023 jelas menggambarkan penajaman arah PFN sebagai perusahaan milik negara dengan Misi menggabungkan bakat-bakat kreatif dengan inovasi dan teknologi, dalam rangka memproduksi dan mendistribusikan film yang menginspirasi cinta dan penghargaan terhadap sejarah dan warisan budaya Indonesia.

Dalam sambutan pembukaan pameran, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat menyampaikan harapannya agar PFN mampu menjadi perusahaan terdepan di bidang industri kreatif di Indonesia dan dalam dua tahun ke depan, PFN bisa go international.

Hal ini dipertegas oleh Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian KOMINFO, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, yang melihat peran penting PFN dalam mendidik dan membangun rasa bangga pada kepribadian bangsa, serta menyulut cinta Tanah Air dan bela negara.

Harapan tersebut dipertegas pula oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf dalam dukungan beliau pada pameran PFN JAGO! “Kebangkitan Perum PFN adalah kebangkitan peran pemerintah pada perfilman nasional di era digital.”

Pada pameran ini dipresentasikan juga rencana optimalisasi aset PFN yang terletak di Jalan Otto Iskandar Dinata No. 125 – 127. Dengan pola sinergi BUMN pada lahan seluas 2 hektar tersebut akan dibangun Pusat Film dan Sinematografi atau PFN Film and Cinematography Hub, bekerjasama dengan PT Wijaya Karya Realty dan PT Waskita Karya Realty. Pembangunan diperkirakan akan selesai pada pertengahan 2023, dan diharapkan akan menjadi creative hub and center of excellence bagi pekerja film nasional, khususnya milenial.

Pameran PFN JAGO! dibuka 10 Oktober dan akan terus berlangsung sampai 18 Oktober 2019 di Exhibition Center, Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan No. 13.

Jakarta, 15 Oktober 2019

Humas Perum PFN

info@pfn.co.id

HP: +62 812-9449-1331

******

PERUSAHAAN UMUM PRODUKSI FILM NEGARA

Didirikan pada 6 Oktober 1945 berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 5 Tahun 1988, Perusahaan Umum Produksi Film Negara (Perum PFN) ditugaskan untuk turut serta membangun ekonomi dan ketahanan nasional dengan mendukung pengadaan film yang bermutu dan bernilai pendidikan serta berpijak pada kebudayaan nasional; dengan cara menyelenggarakan usaha produksi film serta usaha pelayanan jasa yang menunjang pembuatan film.

Sejak awal berdirinya, Perum PFN berperan amat penting dalam mendokumentasikan bersejarah Bangsa Indonesia dalam hampir semua aspek kehidupan bernegara. Saat ini tercatat lebih dari 45 ribu entri konten yang saat ini disimpan pada Lembaga Arsip Nasional Republik Indoensia.

Pada masa awal terbentuknya industri perfilman Indonesia, Perum PFN turut berperan dengan menjadi tonggak pengembangan industri film di Indonesia. Perum PFN berharap dapat kembali menjadi pemain utama dalam pengembangan Industri Film Indonesia 4.0 melalui sinergi dan kolaborasi dengan semua pemangku-kepentingan, baik pemerintah, swasta, non-pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat.

Visi PFN: sebuah perusahaan milik negara yang sehat, mampu memproduksi film yang hebat, dan menghasilkan hiburan yang berkualitas.

Misi PFN: menggabungkan bakat kreatif dengan inovasi dan teknologi, dalam rangka memproduksi dan mendistribusikan film yang mengisnpirasi cinta dan penghargaan terhadap sejarah dan warisan budaya Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *