Videografi 101: Komunikasikan Pesan Melalui Audiovisual

Videografi 101: Komunikasikan Pesan Melalui Audiovisual

Jakarta, 12 Juli 2019 – Dalam perkembangan dunia digital, strategi pemasaran dan public relations kian modern. Para pelaku bisnis dan humas perusahaan berupaya untuk menghadirkan konten yang kreatif guna meningkatkan brand awareness produk maupun image perusahaan mereka. Salah satu konten yang paling marak digunakan saat ini adalah konten audiovisual atau video.

Seperti yang dikutip dari data State of Video Marketing Survey milik Wyzowl, sebanyak 81% perusahaan menggunakan konten video untuk tujuan pemasaran. Jumlah ini lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang hanya mencapai 63%.  Terlebih lagi dari survei yang sama menyebutkan setiap orang rata-rata menonton 1,5 jam video per hari.

Berdasarkan data tersebut, maka sudah sewajarnya jika banyak perusahaan mengeluarkan biaya besar demi menghasilkan konten video yang tidak asal-asalan. Selain bekerja sama dengan agency ternama, perusahaan juga berusaha untuk menemukan tenaga kerja baru yang bisa ditarik untuk in-house di perusahaan mereka.

Dalam acara Content Every Think ketiga bertajuk “Videography 101: Learn to Create Video Content That Works for Your Brand” yang diinisiasi oleh Perusahaan Umum Produksi Film Negara (PFN), Sinematografer, Bella Panggabean membenarkan hal tersebut. Baginya, dewasa ini banyak perusahaan yang sudah melek terhadap pentingnya konten video bagi perusahaan. Bella pun memberikan beberapa contoh perusahaan swasta yang pernah bekerja sama dengan menunjukkan hasil pekerjaannya kepada 120 peserta workshop yang hadir.

Dalam workshop tersebut, Bella menekankan bahwa yang paling penting dalam konten audiovisual adalah pesan apa yang ingin disampaikan atau dikomunikasikan kepada khalayak. Perusahaan harus terlebih dahulu mengetahui segmentasi pasar yang ingin mereka sasar, sehingga pesan yang disampaikan pun dapat tepat sasaran.

“Saat ini banyak sekali perusahaan yang mengomunikasikan pesan brand mereka menggunakan konsep storytelling. Apabila melihat trennya, ada beberapa jenis konten yang paling populer, yaitu konten yang menyentuh perasaaan dan konten komedi yang dapat membuat tertawa,” tambah Bella.

Content Every Think edisi ketiga berlangsung interaktif. Peserta dari berbagai perusahaan memberikan pertanyaan kepada Bella terkait dengan masalah yang dihadapi perusahaan mereka. Content Every Think edisi ini juga terasa spesial mengingat adanya simulasi videografi yang dilakukan oleh Bella Panggabean. Apalagi pembahasan Content Every Think edisi ini akan berlanjut ke acara Content Camp yang merupakan acara boothcamp tiga hari tiga malam untuk membuat konten video secara profesional yang direncanakan akan digelar oleh PFN pada September tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *