PFN Dukung Gelaran ACFFest 2019

PFN Dukung Gelaran ACFFest 2019


Jakarta, 22 Mei 2019 – Festival film yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertajuk ACFFest 2019 kembali digelar. Bertempat di Auditorium Gedung Lama KPK, Anti Corruption Film Festival (ACFFest) 2019 dibuka secara resmi oleh Saut Situmorang selaku pimpinan KPK.

Pembukaan ACCFest 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2019 ini dihadiri oleh para awak media, komunitas film, serta perwakilan dari perusahaan-perusahaan BUMN. Keterlibatan perusahaan BUMN dalam kegiatan ini diharapkan mampu mendukung kesuksesan ACCFFest 2019 secara penuh, apalagi bagi perusahaan yang memilki medium tayang seperti videotron atau produk TV di dalam gedung maupun transportasi.

Salah satu perusahaan BUMN yang turut berhadir dan mendukung kegiatan ini adalah Perum Produksi Film Negara (PFN). Sebagai satu-satunya perusahaan BUMN yang bergerak di bidang perfilman, PFN senang dapat dilibatkan dalam kegiatan tersebut dan mendukung gelaran ACCFest 2019. Bagi PFN, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan pembuat-pembuat film muda yang berintegritas. Selain itu, festival film ini juga diharapkan mampu memberikan edukasi yang tepat mengenai bahaya perilaku korupsi di masyarakat.

Gelaran ACFFest tahun 2019 ini akan berfokus pada kompetisi pembuatan ide cerita film pendek. Adapun tema besar dalam ACFFest 2019 yaitu ‘Antikorupsi’.  Siapapun para pembuat film yang mengirimkan ide filmnya dan terpilih akan mendapat bantuan dana produksi sebesar Rp 20.000.000,-. Selain mendapatkan bantuan dana produksi, pembuat film juga berhak mengikuti movie camp, coaching clinic dari pembuat film profesional, dukungan online editing di Jakarta, dan pendampingan mentor lokal.

Kompetisi ACFFest 2019 mulai bergulir sejak 28 Mei – 15 Agustus 2019. KPK akan memilih 10 (sepuluh) proposal ide cerita yang paling menarik. Pembuat film akan diberikan waktu untuk produksi selama 2 (dua) bulan dari September – Oktober 2019.

Adapun yang bertugas sebagai dewan juri adalah penulis skenario kawakan, Jujur Prananto dan sutradara muda, Yandy Laurens. Dalam acara tersebut, Yandy menuturkan bahwa kompetisi ini bukan hanya sekadar kampanye antikorupsi. Menurutnya akan banyak sekali cerita yang akan menggali sisi kemanusiaan. Yandi mengharapkan melalui ACFFest 2019 ini, akan banyak anak muda yang mampu melahirkan film-film antikorupsi dengan penuturan yang fun dan dengan gaya khas anak muda.

Acara ACFFest 2019 akan ditutup dengan gelaran Malam Penganugerahaan ACFFest 2019 di Jakarta, November 2019 mendatang setelah film-film yang terpilih telah selesai diproduksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *