Sejarah PFN

Sebelum bernama Perum Produksi Film Negara (PFN), perusahaan ini bernama Java Pacific Film yang didirikan oleh Albert Balink pada tahun 1934 dan berganti nama menjadi Algemeene Nederlandsch Indische Film (ANIF) pada tahun 1936. Pada masa penjajahan Jepang, ANIF diakuisisi dan berganti nama menjadi NIPPON EIGASHA (1941) yang diketuai oleh T. Ishimoto dan berfungsi sebagai alat propaganda Jepang. R.M. Soetarto menginisiasi pengambil alihan Nippon Eiga Sha dari kekuasaan Jepang dan mengganti nama perusahaan menjadi Berita Film Indonesia (BFI) pada 06 Oktober 1945, yang di kemudian hari diperingati sebagai hari lahirnya PFN. Serah terima disaksikan langsung oleh Mr. Amir Syarifudin, Menteri Penerangan saat itu dan berganti nama menjadi Perusahaan Film Negara (PFN) di tahun 1950. Perusahaan ini berjasa besar dalam pendokumentasian perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan dalam bentuk film.

PFN berganti nama menjadi Pusat Produksi Film Negara (PPFN) di tahun 1975 sesuai dengan Keputusan Menteri Penerangan Republik Indonesia No. 55B/MENPEN/1975 sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan Kementerian Penerangan Republik Indonesia. Pusat Produksi Film Negara (PPFN) kemudian berganti nama menjadi Perusahaan Umum (Perum) Produksi Film Negara sesuai dengan PP No. 05 Tahun 1988 pada 07 Mei 1988 hingga saat ini. Pada 27 Januari 2014, PFN berganti identitas perusahaan (logo). PFN tercatat memiliki 46.000 lebih judul film yang terarsip di Biro Arsip Nasional. Film monumental dan fenomenal produksi PFN di antaranya adalah Si Unyil dan Pengkhianatan G 30 S/PKI.