Kesiapan PFN di Era Disrupsi Digital

Kesiapan PFN di Era Disrupsi Digital

Surabaya, 29 Maret 2019 – Rapat Kerja Kedeputian Bidang Usaha Energi, Logisitik, Kawasan, dan Pariwisata Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia berlangsung di Hotel Ciputra World Surabaya, pada 28-29 Maret 2019. Kegiatan ini mengusung tema “Transformation of Corporate Culture and Human Capital Capacity to Win Global Competition”.

Kegiatan yang digelar selama dua hari ini dihadiri oleh Direksi, Komisaris Utama, Ketua Dewan Pengawas, dan Sekretaris Perusahaan dari 31 BUMN yang ada dalam lingkup Kedeputian Bidang Usaha Energi, Logisitik, Kawasan, dan Pariwisata (ELKP) serta Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP).

Sebagai salah satu BUMN yang ada di bawah naungan Kedeputian Bidang Usaha ELKP, Perum Produksi Film Negara (PFN) yang diwakili oleh Direktur Utama, Mohamad Abduh, Direktur Keuangan dan SDM, Pardomuan Sihombing, serta Sekretaris Perusahaan, Karimun Manurung ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Pada hari pertama berlangsung pentas kesenian dengan tema “Culture Changes” yang diikuti oleh 31 BUMN di bawah lingkup Kedeputian Bidang Usaha ELKP. Tiga puluh satu BUMN tersebut dikelompokkan menjadi enam kelompok yang masing-masing kelompok harus menampilkan kesenian dari berbagai wilayah di Nusantara. PFN tergabung dalam kelompok 6 (enam) yang di dalamnya beranggotakan PT PAL Indonesia (Persero), PT PLN (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry, PT Semen Kupang, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), dan PFN. Dalam pementasan tersebut, keenam BUMN ini saling bersinergi dengan menampilkan kesenian tardisional Ludruk. Kegiatan pentas seni dari berbagai daerah di Indonesia tersebut secara tersirat menggambarkan perubahan budaya di BUMN.

Sementara di hari kedua, dilaksanakan tiga agenda rapat kerja yang di antaranya adalah pembahasan tentang How to Channel BUMN Culture Through the Leadership Presence, penandatanganan perjanjian kerjasama antara PT Lamong Energi Indonesia dan PT Indonesia Comnets Plus sebagi bentuk sinergi BUMN, serta pembahasan terkait tema yang diusung yaitu tentang Transformation of Corporate Culture and Human Capital Capacity to Win Gobal Competition.

Mohamad Abduh, Direktur Utama PFN menuturkan bahwa setiap perusahaan harus siap berubah, terutama di era disrupsi digital semacam ini, termasuk PFN. “Di era disrupsi digital saat ini, PFN dan juga perusahaan lain, harus siap berubah,” ujar Abduh. Penuturan tersebut selaras dengan pembahasan dalam rapat kerja yaitu bagaimana mengenalkan perubahan di lingkungan BUMN terutama di era disrupsi digital. Selama ini pendekatan yang kerap dilupakan adalah pendekatan kultural. Oleh karenanya, dalam setiap perubahan bisnis, perlu adanya kesiapan mental dan budaya di setiap korporasi khususnya melalui pendekatan secara kultural.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *