Kuambil Lagi Hatiku: Film Drama Romantis Buatan Produksi Film Negara  Dengan Latar Belakang Candi Borobudur

Kuambil Lagi Hatiku: Film Drama Romantis Buatan Produksi Film Negara Dengan Latar Belakang Candi Borobudur

Jakarta, 5 Maret 2019. Produksi Film Negara (PFN), BUMN yang berkiprah di bidang perfilman kembali memproduksi film setelah 26 tahun. Film berjudul “Kuambil Lagi Hatiku” (Borobudur Love Story) menggandeng pihak Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan yang merupakan BUMN yang bergerak di bidang pariwisata serta bekerjasama dengan Wahana Kreator Nusantara. Film ini disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dengan Salman Aristo menjadi produser dan penulis skenario.

Film bercerita tentang Sinta seorang India keturunan yang tengah merencanakan pernikahan dengan Vikas. Namun menjelang pernikahannya, Widi sang ibu mendadak kabur ke Indonesia. Sinta yang didesak untuk mempercepat pernikahan oleh calon mertua, terpaksa mencari tahu ibunya pergi kemana. Setengah mati Sinta memutar otak mengira-ngira kemana tujuan sang ibu. Dia teringat dengan kotak tua kenangan ibunya dan mendiang sang ayah. Di kotak itu, Sinta menemukan fotofoto lama orang tuanya di Borobudur. Tanpa pikir panjang, Sinta nekat pergi menyusul Widi untuk membawanya pulang. Vikas awalnya bersikeras untuk menemani, namun Sinta butuh Vikas supaya bisa mengalihkan perhatian keluarganya. Semua demi rentetan upacara pernikahan mereka. Vikas setuju, dengan syarat, Sinta harus selalu mengabari Vikas setiap waktu. Sinta mengiyakan. Bermodalkan beberapa foto lama orang tuanya, Sinta pergi ke kampung sang ibu, yang bahkan tak pernah dia ceritakan sebelumnya, Desa Borobudur.

Dibintangi oleh Lala Karmela, Cut Mini, Dimas Aditya, Ria Irawan, Sahil Shah, Dian Sidik, dan Ence Bagus. Film ini sudah memulai produksi pada September 2018 dan akan ditayangkan pada 21 Maret 2019.

Mengambil latar keindahan Candi Borobudur, film ini hendak memperlihatkan tentang kekayaan budaya dan keberagaman Indonesia. Pemilihan Borobudur bukan sekadar setting film, namun juga merupakan sebuah aspek penting dari film. Patut diingat bahwa Candi Borobudur adalah bangunan yang termasuk dalam World Heritage Site oleh UNESCO.

Film “Kuambil Lagi Hatiku” merupakan produksi terbaru dari PFN setelah terakhir melakukannya di era 90an. PFN merupakan salah satu perintis industri film di Indonesia pada saat terbentuk. Berdiri di tahun 1934, sejarah perfilman Indonesia tak lengkap jika tidak membahas PFN. PFN adalah saksi sejarah perjuangan bangsa dan salah satu perusahaan  perfilman yang tetap bertahan hingga sekarang.

Pada masa aktifnya, PFN memproduksi film dokumenter bertema kepahlawanan, lalu berkembang membuat film cerita yang bertema pendidikan dan penerangan yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Dua film terakhir yang digarap adalah “Pelangi di Nusa Laut” (1992) dan “Surat Untuk Bidadari” (1994). Selain TWC, sejumlah BUMN juga turut mendukung proses produksi film ini di antaranya Pertamina, Pelindo 3, juga Jasa Raharja, Wijaya Karya, Perusahaan Gas Negara, Bank Mandiri, Bank BTN, Patra Jasa, Pupuk Indonesia, dan Garuda Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *